Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang, Menginspirasi Siswa Sekolah Menengah di Kota Bukittinggi terkait Kesiapsiagaan Bencana dan Perilaku Kesehatan

Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Padang (UNP) menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat pada tanggal 27 Oktober 2023 di Ballroom Rumah Dinas Walikota Bukittinggi yang merupakan rangkaian kegiatan dalam merayakan Dies Natalis-69 Universitas Negeri Padang melalui program edukasi kesehatan yang berfokus pada pencegahan dan peningkatan kesadaran mengenai kesiapsiagaan bencana dan perilaku kesehatan bagi siswa sekolah menengah di Kota Bukittinggi. Partisipan yang hadir yaitu lebih dari 150 siswa dan juga guru yang mewakili SMP dan SMA di Kota Bukittinggi yang berjumlah 41 sekolah.

Fakultas Kedokteran (FK), UNP mengerti bahwa pendidikan kesiapsiagaan bencana dan kesehatan adalah kunci untuk membantu siswa Kota Bukittinggi menghadapi berbagai tantangan yang terkait dengan bencana dan kesehatan. Oleh karena itu, civitas akademika FK UNP telah memulai serangkaian kegiatan yang melibatkan mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan untuk memberikan pengetahuan kesiapsiagaan bencana dan kesehatan yang berharga kepada siswa sekolah menengah di Kota Bukittinggi.

Kegiatan ini mengundang Bapak H. Erman Safar, SH-Walikota Bukittinggi yang diwakili oleh Bapak Jhoni-Staf Ahli Pemko Bukittinggi bidang Pemerintahan, Hukum & Politik, Prof. Ganefri, Ph.D-Rektor Universitas Negeri Padang yang diwakili Prof. Yohandri, PhD-Wakil Rektor III Universitas Negeri Padang, Dr. dr. Rika Susanti, Sp.FM(K)-Dekan FK UNP, dr. Pudia M. Indika, M.Kes, AIFO-Wakil Dekan II, FK UNP, drg. Busril, MPH-Direktur Utama Rumah Sakit Achmad Muchtar, Linda Faroza, SH, MM-Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Herriman, SH, M.Hum-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, dan Willia Zuwerni, S.Pd, M.Si-Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara yang dilanjutkan oleh pembacaan alquran dan doa yang dibawakan oleh mahasiswa FK UNP. Selanjutnya laporan ketua pelaksana-Dr. Ricvan Dana Nindrea, SKM, M.Kes, FRSPH yang menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah bentuk awal dari realisasi FK UNP bersinergi dengan masyarakat, pemerintah Kota Bukittinggi, lembaga kesehatan, lembaga pendidikan dan mitra lainnya dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Kedepan FK UNP berencana mewujudkan hilirisasi pengabdian masyarakat ini untuk mewujudkan sekolah binaan yang sadar bencana dan sehat sehingga terwujud kolaborasi yang berkelanjutan.

Prof. Yohandri dalam kata sambutannya juga menyampaikan bahwa pentingnya memberikan edukasi secara dini kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi dampak buruk bencana alam dan situasi darurat lainnya serta pengetahuan kesehatan. Karena siswa sekolah menengah adalah kelompok usia pre-dewasa yang ideal untuk mengajarkan keterampilan kesehatan dan juga merupakan agen perubahan kepada keluarga dan lingkungannya. Selanjutnya, rangkaian puncak kegiatan ini dibuka dan disambut hangat oleh Walikota Bukittinggi yang diwakili oleh Bapak Jhoni-Staf Ahli Pemko Bukittinggi bidang Pemerintahan, Hukum & Politik dalam sambutannya beliau menyampaikan dengan adanya FK UNP di Kota Bukittinggi secara bersama dengan Pemko akan dapat membangun kesehatan masyarakat menjadi lebih baik. Diakhir sambutannya beliau menyatakan dukungan terhadap kegiatan yang dilakukan oleh FK UNP dan berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin dan berkesinambungan.

Kemeriahan kegiatan ini berlanjut hingga dimulainya edukasi kesehatan yang disampaikan oleh Bapak/ Ibu dosen FK UNP yang terdiri dari empat sesi. Sesi pertama dan sekaligus topik pertama edukasi yaitu tentang kesiapsiagaan bencana yang disampaikan oleh dr. Pudia M Indika, M.Kes, AIFO-K. Beliau menyatakan Indonesia adalah supermarket bencana dan kita harus siap sedia dan selalu waspada akan potensi tersebut sehingga kita dapat mengurangi risiko atau dampak dari bencana yang akan terjadi. Secara simultan edukasi dilanjutkan kepada topik kekerasan seksual yang disampaikan oleh Dr. dr. Rika Susanti, Sp.FM(K). Topik ini penting karena cukup banyak kasus dewasa ini anak sekolah mendapat kekerasan seksual, sehingga Dr. Rika menekankan bagaimana anak sekolah dapat mencegahnya dengan tagline “Aku Mandiri” dimana anak mampu menjaga diri yang menekankan bagian tubuh pribadi tidak boleh dilihat dan disentuh sembarang orang. Dr. dr. Zuhrah Taufiqa, M.Biomed dan dr. Ainil Mardiah, Sp.GK melanjutkan edukasi mengenai asupan gizi. Dokter gizi ini menekankan pentingnya gizi seimbang bagi anak sekolah. Konsumsi protein hewani setiap kali makan sebagai sumber zat besi dalam rangka mencegah anemia dan anjuran makan sayur dan buah sebagai sumber serat sangat penting bagi pertumbuhan dan pemenuhan zat gizi di usia remajs.  Hindari makanan yang mengikuti tren dalam hal ini makanan siap saji, kemasan, serta ultraprocessed food karena merugikan bagi kesehatan.

Pada sesi kedua topik edukasi selanjutnya yaitu kebersihan personal yang disampaikan oleh dr. Benny Alexander Maisa, M.Biomed dan dr. Dede Rahman Agustian, M.Biomed. Mereka menyarankan pentingnya mencuci tangan sebelum dan setelah makan dengan menggunakan sabun, sesudah menggunakan toilet, rutin membersihkan dan menyikat gigi serta memotong kuku. Hal ini penting untuk mencegah penyakit terutama penyakit menular. dr. Mimin Oktaviana, Sp.DV dan dr. Afriyeni Sri Rahmi, Sp.N melanjutkan edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit menular seksual. Dosen FK UNP ini menyarankan penting bagi siswa untuk mengetahui risiko penyakit menular seksual dari dini dan pencegahannya serta menghindari info yang belum benar adanya seperti tidak mau bersalaman dengan orang yang menderita HIV. Padahal informasi tersebut tidaklah benar, karena HIV ditularkan melalui cairan tubuh. Sehingga yang dihindari adalah penyakitnya bukan orangnya. Beralih ke materi selanjutnya adalah pencegahan penyakit tidak menular yang disampaikan oleh dr. Nomira Putri, Sp.PK dan dr. Maudy Octarini Ezeddin, Sp.PK. Kedua ahli patologi klinik ini menekankan pentingnya siswa sebagai agen perubahan di rumah dan lingkungannya dimana mampu memberikan informasi dan mengajak anggota keluarga dan lingkungannya untuk menghindari penyakit tidak menular dengan makan makan sehat, diet seimbang dan menjaga berat badan ideal. Selain daripada itu, secara pribadi menghindari konsumsi rokok dan bahkan mengedukasi orang tua untuk tidak merokok.

  1. Yosa Tamia Marisa, Sp.PD dan dr. M. Fariz Amsal, M.Biomed memulai sesi ke tiga dengan topik edukasi pencegahan konsumsi alkohol, merokok dan narkotika. Mereka menyampaikan bahwa konsumsi alkohol, merokok dan narkotika lebih banyak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan maupun lainnya. Berprestasi adalah cara terbaik yang harus dipilih daripada mengkonsumsi zat tersebut. Selanjutnya edukasi dilanjutkan dengan topik kesehatan mental yang cukup menjadi isu nasional saat ini, karena banyak kejadian remaja mengalami stress dan mencoba bunuh diri akibat tidak bisa mengendalikan diri dan stress. Sehingga berbuat hal yang merugikan diri sendiri, keluarga dan lingkungan. dr. Bella Lucinta Rillova Arif Lubis, MKM dan dr. Dianni Arma Wahyu Setianingsih, MKM menekankan pentingnya upaya pencegahan kesehatan mental dengan mendorong remaja untuk berbicara tentang perasaan mereka dengan orang tua, guru, atau konselor. Membuka saluran komunikasi yang sehat membantu mereka merasa didengar dan dipahami. Aktifitas fisik menjadi topik yang tidak kalah menarik pada sesi ini. Topik ini disampaikan oleh dr. Rahmi Fithria, M.Si dan dr. Novalinda, Sp.A. Dosen FK UNP ini menekankan bahwa aktivitas fisik menjadi kunci dalam mendukung perkembangan sehat remaja dan membantu mereka mengatasi tantangan fisik dan emosional selama masa pertumbuhan mereka.

Pada sesi terakhir terdapat dua topik yaitu pencegahan perundungan/ bullying dan kecanduan internet. Topik perundungan/ bullying diberikan oleh dr. Muthia Sukma, MARS, FISQua dan dr. Flori Puspa Humaini, Sp.B. Mereka menyampaikan pencegahan perundungan adalah tugas bersama seluruh komunitas sekolah, dan melibatkan upaya yang berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua siswa. Dengan langkah-langkah yang tepat, perundungan dapat diminimalkan dan anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang positif. Topik terakhir yang tidak kalah menginspirasi siswa terkait pencegahan kecanduan internet disampaikan oleh Dr. dr. Linda Rosalina, M.Biomed dan dr. Anggun Permata Sari, Sp.An. Kedua dosen FK UNP ini menegaskan pencegahan kecanduan internet pada siswa melibatkan serangkaian strategi yang bertujuan untuk mengatur penggunaan internet secara sehat dan bertanggung jawab. Pendekatan ini mencakup pendidikan kesadaran, pengaturan waktu, memberikan contoh yang baik, pemberian tugas dan aktivitas ekstrakurikuler, penggunaan internet yang bertanggung jawab. Sehingga membantu siswa menjaga keseimbangan dalam penggunaan internet dan menghindari kecanduan yang merugikan.

Diakhir kegiatan, salah satu momen yang tidak kalah penting dalam kegiatan ini adalah banyaknya dan antusiasnya sesi tanya jawab antara partisipan dan narasumber. Terhitung lebih dari 30 pertanyaan di mana peserta mengeksplorasi lebih lanjut tentang topik-topik edukasi yang diberikan. Selanjutnya peserta dan perwakilan guru sekolah menengah di Kota Bukittinggi juga memberikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh FK UNP dimana mereka menyampaikan banyaknya informasi bermanfaat yang didapatkan dan penjelasan yang jelas dan pemahaman yang diberikan oleh narasumber. Selain daripada itu, peserta berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan kedepannya dan berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditutup oleh Dekan FK UNP yaitu Dr. dr. Rika Susanti, Sp.FM(K). Dr. Rika menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas antusias peserta dalam kegiatan ini dan dukungan stakeholder terkait sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar. Ini adalah langkah penting dalam perjalanan menuju kesejahteraan yang lebih besar dan lingkungan masyarakat yang lebih sehat, terutama di Kota Bukittinggi. Sebagai bentuk konkrit komitmen “UNP Jaya dan Bermartabat” ditengah masyarakat dan FK UNP menjadi institusi pendidikan kesehatan yang bermartabat dan unggul.

 

Post Related