
Garda Terdepan Kesehatan Atlet: Dr. dr. Pudia M Indika Bergabung dengan Tim Medis Sumbar di PON Bela Diri Kudus 2025 menegaskan komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang (FK UNP) dalam penguatan kedokteran olahraga berbasis bukti. Keterlibatan dosen sekaligus praktisi Dr. dr. Pudia M Indika, M.Kes., AIFO-K di kontingen Sumatera Barat menjadi langkah strategis untuk memastikan keselamatan, performa, dan kesejahteraan atlet selama ajang multi-cabang bela diri tersebut.
Ruang lingkup layanan yang diemban meliputi pre-participation screening (penapisan kesehatan pra-pertandingan), pemetaan faktor risiko, dan penyesuaian beban latihan untuk meminimalkan cedera. Selama kompetisi, tim medis menjalankan tata laksana kegawatdaruratan di lapangan, mulai dari penilaian cepat (primary survey) hingga stabilisasi dan keputusan rujukan—selaras dengan protokol keselamatan atlet tingkat nasional.
Upaya pencegahan cedera dan pemulihan (recovery) menjadi fokus berikutnya, melalui strategi taping/bracing, terapi modalitas, monitoring biometrik sederhana, dan koordinasi rehabilitasi pasca-laga. Intervensi ini dipadukan dengan edukasi nutrisi dan hidrasi, termasuk manajemen elektrolit, waktu makan (meal timing), serta rekomendasi suplemen yang bertanggung jawab sesuai bukti ilmiah dan regulasi anti-doping.
Kehadiran perwakilan FK UNP pada barisan medis PON memperluas kontribusi tridarma: pembelajaran klinik berbasis kasus nyata, peluang riset terapan tentang pencegahan cedera pada cabang bela diri, serta pengabdian melalui peningkatan literasi kesehatan olahraga bagi atlet dan pelatih. Sinergi akademik–layanan–kolaborasi dengan pemangku kepentingan olahraga daerah diharapkan menjadi katalis peningkatan standar keselamatan dan performa atlet Sumatera Barat.
FK UNP menegaskan keberlanjutan kemitraan di bidang sport medicine dengan mengembangkan modul pelatihan, panduan klinis ringkas, dan jejaring rujukan yang responsif. Dengan fondasi ilmiah yang kuat dan ekosistem kolaboratif, partisipasi pada PON Bela Diri Kudus 2025 diharapkan menghadirkan praktik baik yang dapat direplikasi di event olahraga tingkat regional maupun nasional.
